Kurang lebih sudah 3 bulan saya tinggal di Jepang. Selama itu pula saya setiap hari makan makanan Jepang yang kurang cocok bagi lidah saya. Oleh karena itu saya pun berniat untuk mengunjungi salah satu restoran Indonesia yang berada di sekitaran Yokohama dan Tokyo. Setelah mengumpulkan informasi dari teman, dosen serta internet, akhirnya saya putuskan untuk menjajal salah satu restoran Indonesia yang berada di Yokohama sebelum Ramadhan tiba. "SuraBaya", nama restoran tersebut. letaknya yang berada di kawasan Minatomirai tepatnya di dalam Mall World Porters lantai 5. Selain di Minatomirai, "SuraBaya" ada di beberapa daerah lain seperti Odaiba (Tokyo), Chofu (Tokyo), Urawa (Saitama), dan juga Kouhoku (Yokohama).
Tuesday, July 29, 2014
Sunday, July 27, 2014
Cupnoodles Museum, Tempat Belajar Sejarah Mi Instan
Cupnoodles Museum atau museum mi instant ini berada di kawasan Minatomirai, Yokohama. Akses menuju ke sana tidak begitu sulit. Berhubung saya setiap ke Minatomirai selalu naik kereta, saya tidak begitu paham dengan jalur bus yang melewati daerah tersebut. Jika naik kereta, bisa diakses dengan Minatomirai Line turun di stasiun Minatomirai atau stasiun Bahsamichi, jika naik Blue Line bisa turun d stasiun Kannai atau stsiun Sakuragicho. Dari stasiun tersebut masih harus berjalan kaki kurang lebih 10-20menit. Namun, perjalanan selama itu menurut saya tidaklah melelahkan karena sepanjang jalan mata akan disuguhi pemandangan perpaduan gedung-gedung tua dengan bangunan modern pencakar langit dan kapal-kapal yang sedang bersandar di kejauhan.
Sunday, June 29, 2014
Jalan-jalan Sekitaran Minatomirai Yokohama
Akhir minggu adalah waktunya jalan-jalan. Tujuan jalan-jalan kali ini tidaklah begitu jauh, yakni Yokohama. Tapi, bukan daerah sekitaran stasiun Yokohama melainkan kawasan Minatomirai. Minatomirai merupakan bagian dari Kota Yokohama yang berada dekat dengan laut. Sebenarnya daerah ini merupakan salah satu kawasan yang dulunya adalah laut kemudian dibuat menjadi daratan. Selain aksesnya mudah, banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi ketika berada di Minatomirai. Beberapa diantaranya yang pernah saya kunjungi adalah Akarenga (Red Brick Warehouse), Cup Noodles Museum, Nippon Maru Memorial Park, Cosmoworld, dan juga Yokohama Museum of Art.
Labels:
2014,
Akarenga,
belanja,
Cosmoworld,
jalan-jalan,
jelajah museum,
Jepang,
Kanagawa,
memorial,
Minatomirai,
museum,
Nippon Maru,
weekend,
wisata,
Yokohama,
Yokohama Museum of Art
Location:
Fujisawa, Kanagawa, Japan
Sunday, June 22, 2014
Kamakura Tidak Hanya Punya Great Buddha
Kamakura memang terkenal dengan Daibutsu atau Great Buddha-nya. Namun, selain itu ada tempat-tempat lain yang juga menarik untuk dikunjungi. Salah satunya kuil yang berada dekat dengan stasiun Kamakura yang bernama Tsurugaoka Hachimangu.
Labels:
2014,
belanja,
budaya,
jajan-jajan,
jalan-jalan,
Jepang,
Kamakura,
Kanagawa,
Kuil,
taman,
tradisional,
Tsurugaoka Hachimangu,
wisata
Location:
Fujisawa, Kanagawa, Japan
Saturday, May 31, 2014
Sankeien Garden, Yokohama
Sebenarnya perjalanan ke Sankei-en Garden sudah agak lama, kalau tidak salah minggu kedua bulan April lalu. Masih dalam rangka mencari tempat untuk melihat bunga Sakura, Saya dan beberapa orang teman sesama mahasiswa program pertukaran pelajar di Universitas Ferris pun mengiyakan ajakan seorang residence assistant kami untuk mengunjungi Sankei-en Garden yang berada di Yokohama. Berangkat dari asrama menggunakan kereta lokal menuju Yokohama. Sesampainya di stasiun Yokohama, kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 1 jam.
Labels:
2014,
jalan-jalan,
Jepang,
Kanagawa,
musim semi,
sakura,
Sankeien garden,
taman,
wisata,
Yokohama
Location:
Fujisawa, Kanagawa, Jepang
Friday, May 9, 2014
Hasedera Temple & Kotoku-in Temple, Kamakura
Perjalanan ke Kamakura sebenarnya sudah berlalu beberapa minggu lalu namun belum sempat saya tulis. Jalan-jalan ke Kamakura sebenarnya menjadi agenda saya ketika musim panas. Hari Jumat saya hanya memiliki satu jadwal kuliah yang harus diikuti dan berakhirnya pun pada jam makan siang. Setelah jam makan siang pun otomatis saya punya waktu luang. Pagi sebelum beragkat ke kampus, seorang teman mendadak mengajak untuk pergi ke Kamakura. Perginya setelah saya selesai kuliah katanya. Berhubung saya tidak punya kegiatan lain setelah kuliah, saya pun meng-iyakan ajakannya.
Labels:
2014,
Big Buddha,
Daibutsu,
jalan-jalan,
Jepang,
Kamakura,
Kanagawa,
Kuil,
weekend,
wisata
Location:
Fujisawa, Kanagawa, Jepang
Tuesday, April 29, 2014
Menikmati Bunga Sakura
| bunga di tepi jalan pun tak kalah cantik |
Beruntungnya saya bisa datang ke Jepang pada saat Musim semi. Bagi orang yang datang dari negara tropis seperti Indonesia, kemungkinan besar akan merasa sedikit kedinginan. Cuaca di Narita saat itu sekitar 15 derajat celcius. Kalau di Indonesia mungkin seperti berada di daerah yang cukup tinggi atau di sekitar kaki gunung. Walaupun hari yang beranjak siang membuat cuaca sedikit menghangat, tapi tetap saja saya masih bertahan dengan jaket yang saya kenakan semenjak masih di dalam pesawat.
Friday, April 18, 2014
Mengurus Visa Jepang Itu Mudah
Bagi orang Indonesia, bepergian ke luar negeri terkadang jauh lebih murah dibandingkan dalam negeri sendiri. Sekarang ini bepergian ke luar negeri sangatlah mudah. Beberapa maskapai penerbangan bahkan sering menawarkan berbagai promo tiket murah. Bagi orang Indonesia, bepergian ke negara-negara di ASEAN selain murah, jika berkunjung dalam jangka waktu yang pendek (kurang dari 30 hari) juga tidak memerlukan Visa kecuali Myanmar. Selain ASEAN, beberapa negara di Afrika serta Amerika Selatan juga membebaskan Visa bagi orang yang memiliki paspor Indonesia.
Visa merupakan sebuah rekomendasi bagi warga negara asing untuk dapat memasuki suatu wilayah negara lain. Kita harus memiliki visa jika hendak memasuki negara-negara di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan juga Australia. Visa tersebut biasanya dibuat di Kedutaan Besar negara tujuan di Jakarta atau bisa juga dibuat di Konsulat Jenderal yang ada di Kota-kota tertentu. Beberapa negara juga menerima pembuatan visa pada saat kedatangan kita di negara tersebut yang salah satunya adalah Turki. Biaya dan jenisnya pun berbeda-beda tergatung negara tujuan, berapa lama kunjungan dilakukan, serta tujuan kunjungan. Kali ini saya ingin berbagi mengenai pengajuan visa ke Kedutaan Besar Jepang.
Friday, April 11, 2014
Sensasi Makan ala Narapidana
Sebelum mahasiswa Universitas Ritsumeikan kembali ke Jepang, kami mengadakan acara perpisahan yang tak lain adalah makan malam bersama. Sebelumnya kami telah memesan tempat di Bong Kopitown yang berlokasi di daerah Sagan Kidul tepatnya di seberang LIP (Lembaga Indonesia Perancis) Yogyakarta. Bong Kopitown yang ada di Jogja ini merupakan cabang dari Bong Kopitown Jakarta. Menu-menu yang disajikan merupakan menu khas Cina peranakan dari Medan serta Singkawang.
Tempatnya cukup luas dengan kursi-kursi yang tertata tidak terlalu berdekatan. Terdapat juga ruangan semi privat yang berada di belakang bar. Interiornya cukup menarik karena dibuat mirip dengan penjara. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan dapat menikmati makan dengan sensasi seperti di penjara. Motto restoran ini adalah 'The Happiest Prisoner on Earth'. Seragam yang dipakai oleh pelayannya pun juga seperti pakaian narapidana. Buku menunya pun cukup unik, yakni dibuat seperti koran.
| Nasi Penjara Seafood (29k) |
Thursday, March 27, 2014
Menikmati Santapan di Sekar Kedhaton
Selepas mengunjungi Borobudur bersama mahasiswa Ritsumeikan, kami pun mampir ke sebuah tempat makan yang bernama "Sekar Kedhaton". Jika dari arah Borobudur menuju ke arah Magelang, restoran ini berada di tepi kiri jalan. Halaman parkirnya cukup luas sehingga dapat menampung bus-bus dan juga mobil-mobil. Selain restoran, di bagian depan juga terdapat toko oleh-oleh khas Jawa Tengah maupun Jogja. Di bagian lantai atas terdapat tempat penjualan aneka barang yang terbuat dari perak.
Berhubung sewaktu kami tiba, restoran masih cukup penuh sehingga kami perlu menunggu selama kurang lebih setengah jam. Sambil menunggu kami pun melihat-lihat toko suvenir. Setelah beberapa saat, meja yang kosong pun tersedia dan kami memilih tempat yang berada di tengah-tengah kolam. Dari interior serta bentuk bangunannya bisa terlihat kalau restoran ini menggunakan konsep Jawa tradisional. Tempatnya cukup nyaman. Sekedar info, banyak orang asing yang makan di tempat ini.
Subscribe to:
Comments (Atom)
