Sunday, December 8, 2013

Gama Fest 2013

image by oia.ugm.ac.id

Gama Fest merupakan salah satu acara tahunan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Tahun ini, Gama Fest diselenggarakan di halaman Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), tepatnya pada Minggu, 1 Desember 2013. Gama Fest memang diadakan untuk memperkenalkan keragaman budaya yang ada di UGM. Karena selain mahasiswa dari penjuru Indonesia, di UGM juga terdapat cukup banyak mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara.

Menjajal Cake ala Paris Bakery

Setelah berminggu-minggu tertunda akhirnya jadi juga icip-icip cake sambil nongkrong bareng beberapa teman. Niat awalnya mau nyobain dessert di Kobayashi, namun berhubung sampai sana dessert-nya kosong akhirnya pindah haluan ke Chez Moi. Sampai di Chez Moi ternyata stoknya tinggal sedikit, kalau mau mesti nunggu sekitar setengah jam. Akhirnya pindah lagi ke Paris Bakery yang ada di Jalan A. M. Sangaji. Meskipun kurang sesuai harapan, kami pun memutuskan menjajal beberapa cake yang ada di Paris Bakery. Pilihannya tidak terlalu banyak saat kami sampai di sana. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba Foret Noir sedangkan teman saya memilih Tiramisu dan juga Opera.

Foret Noir

Tuesday, November 19, 2013

Serunya Menikmati Jazz ala Ngayogjazz 2013


Akhir minggu lalu acara Ngayogjazz kembali digelar. Tahun ini merupakan kali ke-7 acara Ngayogjazz diselenggarakan. Ngayogjazz tahun ini bertempat di Desa Wisata Sidoakur, Kelurahan Sidokarto, Godean, Sleman, DIY dengan mengusung tema 'Rukun Agawe Ngejazz'. Acaranya sendiri hanya berlangsung selama satu hari, yakni pada Sabtu 16 November 2013 lalu.

Thursday, November 14, 2013

Icip-icip Mie Aceh


Tidak hanya makanan Padang yang sekarang ini dikenal di berbagai daerah. Nampaknya Aceh tak mau ketinggalan untuk memperkenalkan kuliner khasnya. Salah satu yang cukup dikenal adalah mie Aceh serta Roti Cane. Di Jogja sendiri sudah ada beberapa tempat yang menyediakan kuliner khas Aceh tersebut.

Wednesday, November 13, 2013

Menghabiskan Malam Minggu Dengan Belajar Sejarah, Kenapa Tidak?

Malam minggu bagi sebagian orang biasa dimanfaatkan untuk melewatkan waktu bersama dengan orang yang dikasihi. Namun, bagi saya malam minggu bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal. Salah satunya adalah belajar sejarah. Malu rasanya jika tidak tahu sejarah bangsa sendiri. Oleh karena itu, berawal dari postingan seorang teman di laman jejaring pertemanan, saya pun tanpa pikir panjang segera mendaftar untuk mengikuti acara jelajah museum.

Tuesday, November 5, 2013

Klenteng Tay Kak Sie

Setelah sebelumnya mengunjungi Sam Poo Kong dan juga makan es, perjalanan saya berlanjut ke arah Pecinan. Tujuan saya satu, yakni mengunjungi Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok. Melewati daerah Kauman, saya menuju ke kawasan Pecinannya kota Semarang.
Setelah beberapa kali bertanya, kami pun menuju ke sebuah gang Kecil yang ditunjukkan oleh seorang bapak-bapak yang dilihat dari mukanya sih Cina. Tapi kok saya merasa sedikit aneh. Kok jalan yang saya lewati semakin kecil dan hanya cukup untuk sepeda motor. Berdasar info yang saya dapat, jalan di Gang Lombok bisa dilalui mobil. Tak berapa lama kemudian sampailah saya di depan sebuah tempat sembahyang yang bentuknya seperti Klenteng. Bukan sepertinya, tapi memang Klenteng sih, hanya saja bukan Klenteng Tay Kak Sie yang saya cari. Nampaknya bapak-bapak yang kami tanyai mungkin hanya menangkap kata 'Klenteng' saja dan menunjukkan kami ke tempat tersebut.

Thursday, October 31, 2013

Menikmati Segarnya Es Shanghai

Masih berlanjut edisi jalan-jalan ke Semarang. Setelah sebelumnya saya dan teman-teman berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong, karena panas yang cukup terik membuat kami ingin menikmati yang dingin-dingin. Kami putuskan untuk mampir ke sebuah kedai es yang bernama Es Rumpi.

Tuesday, October 29, 2013

Siang Yang Terik di Sam Poo Kong

Akhirnya setelah sekian lama rencana untuk main ke Semarang tercapai juga. Akhir minggu lalu, tepatnya Jumat (25/10), usai kuliah saya segera menuju ke Terminal Jombor dengan bus Trans Jogja dari halte yang terdekat dengan kampus. Dengan membayar Rp 3000,- saya pun menaiki jalur 2A yang menuju ke arah Terminal Jombor. Sesampainya di Jombor, saya segera membeli tiket bus patas tujuan Semarang dengan tarif Rp 40.000,- dengan jadwal keberangkatan pukul 15.00. Sayangnya keberangkatan bus terlambat dari jadwal semula hingga pukul 15.30.

Waktu tempuh Jogja menuju Semarang melewati Magelang adalah sekitar 3,5 jam apabila tidak macet. Sayangnya ketika saya menuju Semarang minggu lalu, beberapa ruas jalan antara Terminal Bawen hingga Semarang sedang mengalami perbaikan dan juga pelebaran sehingga laju kendaraan menjadi tersendat dan membuat waktu tempuh menjadi lebih lama. Akhirnya saya pun sampai di Semarang sekitar pukul 19.30. Setelah menunggu beberapa saat, seorang teman datang menjemput. Ya, malam itu saya menginap di kos salah seorang teman yang merupakan mahasiswa UNDIP sebelum keesokan harinya jalan-jalan di kota Semarang.

Sunday, October 20, 2013

Merapi, Pertama Kalinya

"Eh, ke Merapi besok mau gak?"
"Besok kapan?" saya bertanya balik.
"Ya besok. Besok siang," jawabnya.
"Ha? Serius?" Saya masih belum yakin dengan jawabannya.
"Iya, mau ikut gak?"



Itulah awal mula yang membawa saya akhirnya mendaki Gunung Merapi. Sudah sejak lama saya ingin mendaki Gunung Merapi. Tapi apa daya, teman tidak ada yang mau ketika saya ajak. Tak disangka kesempatan itu datang juga.

Thursday, October 10, 2013

Being Twenty-something

"Usia manusia bertambah seiring berlalunya waktu"
"Menjadi dewasa itu pilihan, tapi menjadi tua itu pasti"



Tahun demi tahun berlalu. Berbagai hal telah terjadi, menjadi kenangan. Tak semua indah. Ada saat dimana mengenangnya akan membentuk secuil senyum, bahkan tawa. Ada kalanya mengenang apa yang telah terjadi akan memancing air mata. Namun, semua yang telah terjadi menjadi berharga karena tak akan pernah bisa diulang kembali.
Setiap detik, setiap menit yang berlalu mengisyaratkan memendeknya usia manusia. Lantas, untuk apa ucapan 'selamat' diberikan kepada orang yang usianya semakin berkurang? Ah, tak perlu pusing-pusing memikirkannya. Yang harus dipikirkan justru bagaimana mengisi sisa usia dengan hal yang bermanfaat, menyenangkan dan tentu tidak sia-sia.
Tuhan masih memberi kesempatan untuk melakukan banyak hal. Hal-hal yang positif pastinya. Menghabiskan waktu dengan hal tak berguna, hanya akan menjadikan penyesalan di hari yang akan datang. Yang harus dilakukan adalah mengukir kenangan yang tak terlupakan hingga tiba saatnya malaikat maut datang menjemput.

"Welcome Twenty-something"