Sebenarnya perjalanan ke Sankei-en Garden sudah agak lama, kalau tidak salah minggu kedua bulan April lalu. Masih dalam rangka mencari tempat untuk melihat bunga Sakura, Saya dan beberapa orang teman sesama mahasiswa program pertukaran pelajar di Universitas Ferris pun mengiyakan ajakan seorang residence assistant kami untuk mengunjungi Sankei-en Garden yang berada di Yokohama. Berangkat dari asrama menggunakan kereta lokal menuju Yokohama. Sesampainya di stasiun Yokohama, kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 1 jam.
Saturday, May 31, 2014
Friday, May 9, 2014
Hasedera Temple & Kotoku-in Temple, Kamakura
Perjalanan ke Kamakura sebenarnya sudah berlalu beberapa minggu lalu namun belum sempat saya tulis. Jalan-jalan ke Kamakura sebenarnya menjadi agenda saya ketika musim panas. Hari Jumat saya hanya memiliki satu jadwal kuliah yang harus diikuti dan berakhirnya pun pada jam makan siang. Setelah jam makan siang pun otomatis saya punya waktu luang. Pagi sebelum beragkat ke kampus, seorang teman mendadak mengajak untuk pergi ke Kamakura. Perginya setelah saya selesai kuliah katanya. Berhubung saya tidak punya kegiatan lain setelah kuliah, saya pun meng-iyakan ajakannya.
Labels:
2014,
Big Buddha,
Daibutsu,
jalan-jalan,
Jepang,
Kamakura,
Kanagawa,
Kuil,
weekend,
wisata
Location:
Fujisawa, Kanagawa, Jepang
Tuesday, April 29, 2014
Menikmati Bunga Sakura
| bunga di tepi jalan pun tak kalah cantik |
Beruntungnya saya bisa datang ke Jepang pada saat Musim semi. Bagi orang yang datang dari negara tropis seperti Indonesia, kemungkinan besar akan merasa sedikit kedinginan. Cuaca di Narita saat itu sekitar 15 derajat celcius. Kalau di Indonesia mungkin seperti berada di daerah yang cukup tinggi atau di sekitar kaki gunung. Walaupun hari yang beranjak siang membuat cuaca sedikit menghangat, tapi tetap saja saya masih bertahan dengan jaket yang saya kenakan semenjak masih di dalam pesawat.
Friday, April 18, 2014
Mengurus Visa Jepang Itu Mudah
Bagi orang Indonesia, bepergian ke luar negeri terkadang jauh lebih murah dibandingkan dalam negeri sendiri. Sekarang ini bepergian ke luar negeri sangatlah mudah. Beberapa maskapai penerbangan bahkan sering menawarkan berbagai promo tiket murah. Bagi orang Indonesia, bepergian ke negara-negara di ASEAN selain murah, jika berkunjung dalam jangka waktu yang pendek (kurang dari 30 hari) juga tidak memerlukan Visa kecuali Myanmar. Selain ASEAN, beberapa negara di Afrika serta Amerika Selatan juga membebaskan Visa bagi orang yang memiliki paspor Indonesia.
Visa merupakan sebuah rekomendasi bagi warga negara asing untuk dapat memasuki suatu wilayah negara lain. Kita harus memiliki visa jika hendak memasuki negara-negara di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan juga Australia. Visa tersebut biasanya dibuat di Kedutaan Besar negara tujuan di Jakarta atau bisa juga dibuat di Konsulat Jenderal yang ada di Kota-kota tertentu. Beberapa negara juga menerima pembuatan visa pada saat kedatangan kita di negara tersebut yang salah satunya adalah Turki. Biaya dan jenisnya pun berbeda-beda tergatung negara tujuan, berapa lama kunjungan dilakukan, serta tujuan kunjungan. Kali ini saya ingin berbagi mengenai pengajuan visa ke Kedutaan Besar Jepang.
Friday, April 11, 2014
Sensasi Makan ala Narapidana
Sebelum mahasiswa Universitas Ritsumeikan kembali ke Jepang, kami mengadakan acara perpisahan yang tak lain adalah makan malam bersama. Sebelumnya kami telah memesan tempat di Bong Kopitown yang berlokasi di daerah Sagan Kidul tepatnya di seberang LIP (Lembaga Indonesia Perancis) Yogyakarta. Bong Kopitown yang ada di Jogja ini merupakan cabang dari Bong Kopitown Jakarta. Menu-menu yang disajikan merupakan menu khas Cina peranakan dari Medan serta Singkawang.
Tempatnya cukup luas dengan kursi-kursi yang tertata tidak terlalu berdekatan. Terdapat juga ruangan semi privat yang berada di belakang bar. Interiornya cukup menarik karena dibuat mirip dengan penjara. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan dapat menikmati makan dengan sensasi seperti di penjara. Motto restoran ini adalah 'The Happiest Prisoner on Earth'. Seragam yang dipakai oleh pelayannya pun juga seperti pakaian narapidana. Buku menunya pun cukup unik, yakni dibuat seperti koran.
| Nasi Penjara Seafood (29k) |
Thursday, March 27, 2014
Menikmati Santapan di Sekar Kedhaton
Selepas mengunjungi Borobudur bersama mahasiswa Ritsumeikan, kami pun mampir ke sebuah tempat makan yang bernama "Sekar Kedhaton". Jika dari arah Borobudur menuju ke arah Magelang, restoran ini berada di tepi kiri jalan. Halaman parkirnya cukup luas sehingga dapat menampung bus-bus dan juga mobil-mobil. Selain restoran, di bagian depan juga terdapat toko oleh-oleh khas Jawa Tengah maupun Jogja. Di bagian lantai atas terdapat tempat penjualan aneka barang yang terbuat dari perak.
Berhubung sewaktu kami tiba, restoran masih cukup penuh sehingga kami perlu menunggu selama kurang lebih setengah jam. Sambil menunggu kami pun melihat-lihat toko suvenir. Setelah beberapa saat, meja yang kosong pun tersedia dan kami memilih tempat yang berada di tengah-tengah kolam. Dari interior serta bentuk bangunannya bisa terlihat kalau restoran ini menggunakan konsep Jawa tradisional. Tempatnya cukup nyaman. Sekedar info, banyak orang asing yang makan di tempat ini.
Thursday, March 13, 2014
TOEGAMA-CheRits goes to Borobudur
Bulan lalu di sela-sela kegiatan dengan CheRits yang sudah terjadwal, kami pun mengajak dua mahasiswa dari Universitas Ritsumeikan yang datang ke Jogja untuk mengunjungi Candi Borobudur. Selain itu juga karena salah satu dari mereka akan kembali ke Jepang terlebih dahulu. Kami berangkat dari Jogja jam delapan pagi, dengan perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam kami pun sampai di kawasan wisata Candi Borobudur sekitar jam sepuluh. Dikarenakan loket pembelian tiket serta pintu masuk untuk wisatawan mancanegara dan domestik berbeda kami pun memutuskan untuk bertemu di dalam.
Sebelum memasuki Candi, para pengunjung diharuskan untuk memakai kain yang kemudian diikat di pinggang. Kain tersebut nantinya harus dikembalikan saat pengunjung keluar dari area Candi. Berhubung kami ke sana pada hari Sabtu, pengunjung cukup ramai. Saran saya jika ingin mengunjungi Candi Borobudur ada baiknya datang lebih pagi. Selain karena masih belum ramai juga tidak akan terasa panas karena matahari belum tinggi. Jika memang terpaksa datang agak siang, bawa topi atau payung jika tidak ingin kepanasan.
Wednesday, February 26, 2014
Tentrem, Es Jadulnya Solo
Menjelang Imlek bulan lalu saya sempat mampir ke Solo. Beruntungnya hari itu tidak hujan, jadi saya bisa sedikit jalan-jalan di sekitaran Benteng Vanstenburg hingga ke Pasar Gede Solo. Sebenarnya di halaman Benteng sedang diadakan acara Solo Imlek Festival 2014, sayangnya ketika saya sampai di sana pada siang hari acara belum dimulai. Stand-stand yang ada pun masih belum buka. Akhirnya saya dan seorang teman memutuskan untuk mendatangi patung-patung Shio yang dipasang di tengah jalan di depan Benteng. 12 patung Shio yang ada dipasang mulai dari bundaran depan Gladak hingga depan Balaikota Surakarta. Selain itu masih rangka menyambut Imlek, di sekitaran Pasar Gede yang merupakan Pecinannya Kota Solo, juga banyak dihiasi dengan lampion-lampion yang digantung.
Labels:
2014,
es,
es jadul,
Imlek,
jajan-jajan,
jalan-jalan,
kuliner,
Pecinan,
Solo,
Tentrem
Tuesday, January 7, 2014
Iga Bakar Kecap Parsley
| Raspberry Smoothies |
Setelah seharian berkeliling beberapa tempat wisata, saya dan teman pun diajak makan malam oleh tamu kami. Karena tamu kami ingin makan makanan yang enak tapi bukan makanan Jepang, kami pun kemudian menyarankan untuk makan di Parsley. Kami menuju Parsley Resto yang ada di daerah Seturan. Parsley Seturan ini hampir sama seperti Parsley yang lainnya, yakni di lantai bawah digunakan sebagai bakery dan lantai atas merupakan resto.
Labels:
dinner,
iga bakar,
jajan-jajan,
jalan-jalan,
Jogja,
kuliner,
parsley,
resto,
wisata
Location:
Yogyakarta, Indonesia
Friday, January 3, 2014
Gudeg Wijilan 'Bu Lies'
Waktu menemani tamu dari Jepang bulan lalu, setelah mengunjungi Keraton kami pun makan siang di daerah sekitaran Keraton. Karena tujuan selanjutnya adalah ke Taman Sari maka kami mencari tempat makan yang tidak jauh dari Keraton. Akhirnya pilihan jatuh ke daerah Wijilan yang terkenal dengan Gudegnya. Kami dibawa menuju ke salah satu kios yang katanya terkenal paling enak di daerah tersebut. Gudeg Wijilan 'Bu Lies', begitulah nama yang tercantum di kios tersebut.
Labels:
gudeg,
jajan-jajan,
jalan-jalan,
Jogja,
Kraton,
kuliner,
Wijilan,
wisata
Location:
Yogyakarta, Indonesia
Subscribe to:
Comments (Atom)